info@rekayasaindustri.com

Proses pengambilan minyak mentah dari dalam bumi secara terus menerus, pada suatu saat akan mengalami penurunan produksi. Penurunan produksi ini diakibatkan tekanan di reservoir mengalami penurunan karena minyak yang terdapat di dalamnya semakin sedikit. Untuk mengatasi hal tersebut, cara yang paling sering digunakan adalah dengan menginjeksikan air ke dalam resevoir, teknik ini disebut waterflooding. Air diinjeksikan untuk:

1.       Mengembalikan tekanan reservoir

2.       Menyapu atau menggantikan minyak , serta mendorongnya ke arah sumur

 

Air untuk injeksi sumur dapat bersumber dari 4 jenis, yaitu:

1.       air laut,

2.       air sungai,

3.       air sumur, dan

4.       produce water.

Air laut hanya dapat digunakan untuk lapangan yang dekat dengan laut, seperti di lepas pantai. Air sungai hanya dapat digunakan di lapangan yang lokasinya dekat dengan sungai besar, karena kebutuhan air injeksi ini cukup besar dan terus menerus. Air sumur hanya dapat digunakan apabila terdapat cadangan air tanah yang besar di dekat lokasi. Ketiga air tersebut perlu pengadaan khusus untuk memastikan suplainya.

 

Produce water adalah air yang terproduksi bersama-sama dengan produksi minyak pada sumur. Untuk sumur yang sudah cukup lama berproduksi, kandungan produce water (water cut) bisa mencapai 95%. Akibat jumlahnya yang banyak, produce water menimbulkan permasalahan untuk membuangnya. Perkembangan saat ini yaitu produce water digunakan kembali untuk digunakan sebagai injection water, atau yang dikenal sebagai proses produce water re-injection (PWRI) setelah diolah di Water Treatment Injection Plant (WTIP). Produce water memiliki permasalahan compatibility untuk digunakan sebagai injection water yaitu Oil content, Biological activity, Suspended solid, Scale dan Corrosion. Maka diperlukan proses pengolahan terlebih dahulu agar produce water dapat compatible dengan spesifikasi air injeksi.

 

Penggunaan produce water agar dapat digunakan untuk re-injeksi sumur memiliki beberapa permasalahan yang harus ditangani terlebih dahulu yaitu  organik terlarut, minyak, bakteri, logam berat, mineral terlarut, padatan (pasir, lumpur), oksigen, dan termasuk chemical yang digunakan.

Teknologi water treatment Pengolahan PWRI meliputi penghilangan minyak dan partikel besar (Pre-Treatment), penghilangan pengotor (Main Treatment), penghilangan partikel yang berukuran sangat kecil (Polishing Treatment), dan pemurnian (Tertiary Treatment).

Kami dari PT Aspros Binareka, menawarkan jasa Water Treatment Injection Plant (WTIP) atau proses produce water re-injection (PWRI). Silakan konsultasikan lebih lanjut mengenai proses ini.