info@rekayasaindustri.com

Process Engineering Design

Process Engineering merupakan tahapan engineering yang tidak terpisahkan dari semua tahapan engineering, baik itu FS, FEED maupun DED. Process Engineering merupakan jantung dalam desain engineering secara keseluruhan, yang memberikan dasar untuk disiplin engineering lainnya dalam menetapkan desain yang lebih detail dan juga biaya. Process engineering juga merupakan penghubung utama antara kebutuhan klien dengan engineering secara keseluruhan dengan tujuan utama mengefisienkan penggunaan biaya dengan tetap mempertahankan kehandalan operasional.

Bagaimana AsPRO Melayani anda :

Kami spesialis dalam rekayasa proses.

Kami meyakini, bahwa semakin focus pada suatu layanan, maka semakin prima hasil yang diperoleh. Dan kami telah memilih Rekayasa Proses adalah fokus layanan kami. Pilihan itu semakin mantap dengan pengalaman sejak tahun 1987, dan ini akan menjadi sesuatu yang sangat berati dalam kami memberikan layanan.

Kami mempekerjakan individu yang berkualitas, dan berpengalaman.

Kami sampai pada pemahaman bahwa Rekayasa Proses bukan hanya sebuah ilmu, tetapi juga seni dan maha karya yang dipersembahkan dari berbagai disiplin ilmu. Hanya orang yang berkualitas dan dapat menikmati tahap pencapaian inilah yang akan memberikan hasil terbaik, dan ini terlihat dari pengalaman dan karya yang telah dihasilkannya. Dan kami beruntung dapat menggabungkan dan bergabung bersama mereka untuk dapat memberikan layanan kami.

Pengembangan yang terus-menerus.

Kami menyadari bahwa era dan teknologi berkembang sedemikian cepat. Paling tidak secepat itulah inovasi yang harus kami buat, agar pelanggan kami mendapatkan yang terbaik. Fosil, mungkin baik untuk diletakkan di museum, tetapi bukan pada Teknologi Rekayasa yang merupakan komitmen layanan terbaik kami.

Jenis Layanan yang tersedia :

Process Engineering Calculations adalah Proses penghitungan biaya dalam engieneering baik dari awal proses hingga hasil akhir proses suatu proyek.

Proses pada umumnya didefinisikan sebagai “sekumpulan tugas yang saling bergantung untuk mengubah elemen menjadi suatu produk”.

Reactor Design adalah desain alat pemrosesan reaksi virtual yang mengubah senyawa awal menjadi produk sesuai dengan definisi reaksi kimia yang diberikan. Skema reaksi inilah yang menentukan cara reaktan diubah menjadi produk dan aturan lainnya dapat membuka pengetahuan terkait untuk menghasilkan molekul yang layak secara sintetis.

Front End Engineering Design (FEED) adalah Dasar Perencanaan Engineering yang dilaksanakan setelah selesainya Conceptual Design atau Feasibility Study (FS). Pada tahap ini, sebelum dimulainya EPC (Engineering, Procurement and Construction), berbagai studi dilakukan untuk mengetahui masalah teknis dan memperkirakan biaya investasi kasar. Pekerjaan ini biasanya dikontrakkan kepada kontraktor EPC sebagai kontrak opsional atau melalui penawaran. Produk dari kegiatan tersebut adalah “Paket FEED” yang berjumlah hingga puluhan file dari berbagai bidang engineering yang terintegrasi satu sama lain dan akan menjadi dasar penawaran Kontrak EPC.
Penting untuk mendefinisikan tujuan klien/user dan persyaratan khusus proyek ke dalam Paket FEED tanpa gagal, untuk menghindari perubahan signifikan selama Fase EPC. Pekerjaan FEED memakan waktu hingga 1 tahun untuk proyek berukuran besar seperti kilang LNG. Karena sangat penting berkomunikasi dengan klien, maka biasanya perwakilan klien ditempatkan di kantor Kontraktor selama pelaksanaan pekerjaan.

Detailed Engineering Design adalah tahapan dalam implementasi proyek yang menerapkan semua disiplin teknis yang diperlukan (process, mechanical, civil, electrical, piping, instrumentasi, dll.) untuk menetapkan rangkaian hasil yang dapat dikirimkan dan dipasang

Pada tahap ini proyek sudah mendekati kenyataan sesuai terpasang nantinya dan desain berubah menjadi entitas yang nyata, dan spesifik.

Dalam DED, setiap komponen, subsistem, dan bagian yang relevan dengan proyek didokumentasikan, dibeli, dan diimplementasikan dengan benar. Sementara kelayakan proyek ditentukan dalam FEED, setiap detail mengenai keseluruhan proyek termasuk kepuasan pengguna akhir dan fungsionalitas tercakup dalam DED

Ada satu hal penting untuk diingat: detail engineering adalah suatu keharusan untuk setiap proyek.

Ada contoh di mana dua fase pertama diabaikan tergantung pada apa yang dibutuhkan proyek, tetapi tidak pernah DED ini tidak dibuat.

b Content\\

Block Flow Diagram (BFD) adalah diagram yang sangat sederhana terdiri dari persegi panjang dan garis yang dapat menunjukan aliran material atau energi utama.

Process Flow Diagram (PFD) adalah diagram alur suatu proses yang biasanya diagram ini lebih kompleks dari unit operasi utama serta garis aliran. Diagram ini biasanya mencakup keseimbangan material dan kadang-kadang keseimbangan energi, menunjukan aliran tipikal atau desain, komposisi aliran serta tekanan peralatan dan suhu.

Piping & Instrumentation Diagram (P&ID) adalah diagram yang menunjukan setiap pipa dengan kelas pipa (baja karbon atau baja tahan karat) dan ukuran pipa (diameter). Mereka juga menunjukkan katup bersama dengan lokasi instrumen dan skema kontrol proses.

Process Equipment Data Sheet (Pump, Heat Exchanger, Vessel, Tanks, etc.) adalah proses penyiapan peralatan dalam lembar data.

Katalis dan inhibitor design, Inhibitor adalah zat yang bila ditambahkan ke dalam suatu lingkungan dalam jumlah kecil, secara sinambung atau berkala, dapat menurunkan laju korosi logam. Pemakaian Inhibitor Korosi adalah salah satu upaya untuk mencegah korosi. 

Jenis-jenis Inhibitor :

A. Berdasarkan bahan dasarnya :

1. Inhibitor Organik

2.Inhibitor Inorganik.

B. Berdasarkan Reaksi yang dihambat :

1. Inhibitor katodik

   – Inhibitor racun

   – Inhibitor presipitasi katodik

   – Oxygen scavenger

2. Inhibitor Anodik :

3. Inhibitor campuran 

C. Inhibisi sesuai dengan mekanisme :

1. Inhibitor Pasivator

   – Inhibitor pasivator Oksidator

   – Inhibitor Pasivator non Oksidator

   – Pembentuk Senyawa Tak Larut

2. Inhibitor Presipitasi

3. Inhibitor Adsorpsi

D. Berdasarkan berbahaya atau tidaknya inhibitor :

1. Inhibitor aman (tidak berbahaya) adalah inhibitor yang bila ditambahkan dalam jumlah yang kurang (terlalu sedikit) dari konsentrasi kritisnya, tetap akan mengurangi laju korosi. Inhibitor aman ini umumnya adalah inhibitor katodik, contohnya adalah garam-garam seng dan magnesium, calcium, dan polifosfat.

2. Inhibitor berbahaya adalah inhibitor apabila ditambahkan di bawah harga kritis akan mengurangi daerah anodik, namun luas daerah katodik tidak terpengaruh. Sehingga kebutuhan arus dari anoda yang masih aktif bertambah hingga mencapai harga maksimum sedikit di bawah konsentrasi kritis. Laju korosi di anoda-anoda yang aktif itu meningkat dan memperhebat serangan korosi sumuran. Yang termasuk inhibitor berbahaya adalah inhibitor anodik, contohnya adalah molibdat, silikat, fosfat, borat, kromat, nitrit, dan nitrat.

Baca Produk dan Layanan Kami Lainnya​

Tertarik dengan layanan ini? Segera hubungi kami dengan senang hati kami akan membantu anda