Inovasi BRIN & Aspros Binareka: Oli Bekas Jadi Bahan Bakar Alternatif Setara Minyak Diesel(71,2%)

Inovasi BRIN & Aspros Binareka: Oli Bekas Jadi Bahan Bakar Alternatif Setara Minyak Diesel(71,2%)

Inovasi BRIN & Aspros Binareka: Oli Bekas Jadi Bahan Bakar Alternatif Setara Minyak Diesel(71,2%)

ilustrasi Alat Pengolah Oli Bekas jadi Bahan Bakar Alternatif
ilustrasi Alat Pengolah Oli Bekas jadi Bahan Bakar Alternatif

Kami dengan bangga mengumumkan pencapaian penting dalam komitmen kami terhadap keberlanjutan dan ekonomi sirkular. PT Aspros Binareka bersama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), telah berhasil menerbitkan penelitian ramah lingkungan. Penelitian ini terobosan yang menunjukkan cara baru untuk mengelola Oli Bekas (Waste Lubricating Oil/WLO).

Publikasi terbaru kami, yang berjudul “Waste Lubricating Oil Valorization via NaOH-Catalyzed Cracking: A Resource Recovery Approach for Cleaner Fuel Production,” kini telah tersedia, menandai langkah maju dalam pemulihan sumber daya.

Baca artikel ilmiah selengkapnya di sini:

https://doi.org/10.1016/j.fuel.2025.137039

Mengapa Oli Bekas Jadi Tantangan Lingkungan Serius?

Oli bekas (WLO) bukan sekadar limbah biasa. Ia diklasifikasikan sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) karena mengandung senyawa berbahaya seperti Polyaromatic Hydrocarbons (PAHs), logam berat, dan kontaminan lainnya. Jika tidak dikelola dengan benar, limbah ini dapat mencemari tanah dan air, serta menimbulkan risiko kesehatan yang serius.

Katalis Basa Ciptakan Oli Bekas Jadi Bahan Bakar Bersih

Fokus utama penelitian kami adalah metode catalytic cracking (perengkahan katalitik).  sebuah proses untuk memecah molekul-molekul besar dalam oli bekas menjadi molekul yang lebih kecil dan ringan, serupa dengan bahan bakar diesel.

Keunggulan dan inovasi utama dari metode kami terletak pada:

  1. Penggunaan Katalis Inovatif: Kami menggunakan Natrium Hidroksida (NaOH) sebagai katalis basa. Ini adalah sebuah pendekatan baru yang signifikan, karena metode konvensional sering kali menggunakan katalis asam yang justru menghasilkan limbah turunan berupa lumpur asam yang juga berbahaya.
  2. Proses Pemurnian Lanjutan: Setelah proses perengkahan, produk dimurnikan menggunakan bentonit teraktivasi. Langkah ini krusial untuk menghilangkan sisa air dan pengotor, sehingga menghasilkan bahan bakar yang lebih stabil dan berkualitas.

Yield 71,2%: Bukti Keberhasilan Konversi Oli Bekas Jadi Bahan Bakar Alternatif

Melalui serangkaian proses yang dirancang secara cermat, mulai dari dehidrasi, distilasi, hingga perengkahan katalitik pada suhu 300–350 °C. Metode ini berhasil mencapai yield (perolehan) bahan bakar sebesar 71,2% dengan kualitas bahan bakar setara minyak diesel (angka setana >50).

Angka ini menunjukkan efisiensi konversi yang sangat tinggi dan membuktikan bahwa pendekatan yang telah dilakukan tidak hanya inovatif secara teoritis, tetapi juga sangat efektif dalam praktiknya. Kami berhasil mengubah limbah berbahaya menjadi bahan bakar yang dapat digunakan kembali dengan tingkat efisiensi yang menjanjikan secara komersial.

Penelitian dan validasi ilmiah ini bukanlah akhir dari perjalanan PT Aspros Binareka. Justru, ini adalah fondasi yang kokoh bagi teknologi yang kami kembangkan. Prinsip inovatif yang terbukti dalam studi ini telah kami terapkan secara langsung dalam pengembangan Alat Pengolah Oli Bekas. 

Apabila bisnis Anda menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah oli bekas dan ingin mengubahnya dari biaya menjadi keuntungan. Inilah saatnya untuk melihat bagaimana sains yang teruji dapat memberikan solusi praktis. Teknologi kami dirancang untuk memberikan efisiensi, keamanan, dan keuntungan dalam kerangka ekonomi sirkular.

Apabila tertarik atau memiliki pertanyaan terkait produk kami, silakan hubungi kami pada alamat email info@asprosbinareka.com atau melalui WhatsApp disini.